Monday, October 29, 2018

Cerita Malaysia di Juni 2018 (Bagian 7)



     


        



Selamat pagi Kuala Lumpur 

Hari terakhir, rencana cari oleh oleh ke Central Market dan Kasturi. Central Market terletak di jantung Kuala Lumpur dan berjarak tempuh beberapa menit dari Petaling Street. Dan kita naek Grab, dengan bayar RM12. Di Central Market tersedia beragam kerajinan tangan, seni, kebaya, songket, dan suvenir asli Malaysia. Batik Emporium menjual berbagai label desainer ternama, dengan barang batik buatan Malaysia yang terbaik, mulai dari pakaian, sepatu, tas, hingga perlengkapan rumah. Hanya sebentar aja disini, cari oleh oleh nya ngebut karena waktu yang sebentar jadi kita buru buru ke  Kasturi Walk yang berada tepat di sebelah Central Market. Makan di Fodcourtnya tapi kurang cocok untuk rasa, dan kita tidak sempat foto hehehehehe. Riweuh. Langsung balik lagi ke Vortex, karena rencana dijemput Driver untuk ke Bandara.

Lokasi:
CENTRAL MARKET & KASTURI WALK

Alamat Jalan Tun Tan Cheng Lock (seberang Halte Bus Klang)
Kuala lumpur, Malaysia

Hari terakhir tidak terlalu banyak kegiatan, beres beres Check out lalu berangkat dan sebelumnya driver bawa kita ke salah satu mall. Lupa namanya, hanya banyak sekali toko yang menjual hijab dan banyak yang masih tutup tokonya. Jadi kita hanya mampir ke Subway. Sebelum ke bandara, kita diajak mampir ke Putra jaya. Putrajaya adalah pusat administrasi Malaysia yang baru menggantikan posisi Kuala Lumpur.


   

   

   

      

  


Bangunan indah lainnya di Putrajaya adalah masjid. Setidaknya ada dua masjid cantik di Putrajaya, yaitu Masjid Putra dan Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin. Masjid Putra terletak di Presint 1, satu kompleks dengan Dataran Putra dan Putra Perdana. Masjid berwarna dominan merah muda alias pink ini berada tepat di pinggir danau, sehingga nampak seperti terapung bila dilihat dari kejauhan. Masjid Putra mulai dibangun pada tahun 1997 dan selesai pada tahun 1999. Desain masjid ini terinspirasi oleh Mesjid Sheikh Omar di Bagdad. Masjid cantik ini terlihat mencolok dengan menaranya yang setinggi 116 meter dan kubahnya yang berjumlah sembilan dengan motif Persia berwarna pink. Sebagian besar bangunan masjid ini berwarna gradasi pink hingga ornamen kubah semua didominasi warna pink sehingga terlihat sangat cantik. Foto foto sebentar langsung go menuju Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur yang terletak di daerah Sepang, perjalanan sekitar 30 menit sampai. Dan lanjur perjalanan menuju kota tercinta Bandung, sekitar 2 jam lebih.



Good bye Kuala Lumpur,I hope we'll meet again.




Love,

Koko Biru & Cici Merah

______________________________


Follow :

Instagram @lets.go.eat
Facebook let eats
Twitter @let_eats

Email :
Admin@letsgoeat.info

Blog :
Letsgoeat.info
www.letsgoeatall.blogspot.co.id








Thursday, October 25, 2018

Cerita Penang di Juni 2018 (Bagian 6)


     


Selamat pagi, hari terakhir di Pulau Penang. Rencana pagi ini, kita dijemput oleh driver. Tak banyak rencana, hanya mau cari oleh oleh. Jalan jalan sebentar di Georgetown lalu langsung kembali ke Kuala Lumpur. Membayangkan jauhnya perjalanan yang akan di tempuh. Tapi biasanya kalau arah pulang selalu saja terasa lebih cepat dibandingkan ketika kita datang.  Betul gak? Menghibur diri sendiri 😂


         



Pagi ini, rencana sarapan di Toh Soon Cafe, kalau baca review tempat ini berada seperti di gang kecil yang merupakan jalan tembus dari Lebuh kembul dan Lebuh campbell. Dan sedihnya, ternyata Toh Soon Cafe tutup. Hayah...  Cuma foto kiosnya yang tutup.

Lokasi:
Toh Soon Cafe

Lebuh Campbell, George Town, 10450 George Town, Pulau Pinang, Malaysia


            

           

     

             


Akhirnya kita jalan sedikit, belok ke kiri dan menemukan Ho Ping Kopitiam yang lumayan hits juga. Meskipun disebut cafe, Ho Ping adalah semacam pusat jajanan kecil macam Pujasera yang terdiri dari beberapa kedai yang berbeda. Jadi kita keliling, melihat yang menarik dan sayangnya tidak semua kedai sudah siap jualan. Banyak yang masih prepare. Akhirnya kita pilih makanan di kedai yang sudah siap. Kita memesan Roasted pork dan nasi, setelah coba 1 porsi dulu. Wah ternyata enak, meski tampilannya sangat simple tapi rasanya sangat juicy dan enak. Kita juga pesan. yang Roasted Chicken dan barbeque pork nya yang enak. Bumbunya sangat meresap dan dagingnya super empuk. Melihat Roti bakar yang banyak di pesan di beberpa meja, akhirnya kita coba sampai 3 kali bolak balik pesan. Pertama coba, dengan isi premium butter dan kaya, crunchy dan enak deh. Lalu pesan lagi sampai 3x. 😂




Lokasi:
Ho Ping Kopitiam

Alamat : 211, Jalan Penang, George Town, 10.000 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Buka jam 07.45-21:00


            

            

            



Setelah sarapan, kita jalan sedikit dan sampai ke sebuah toko namanya Bang Heang, yang sangat terkenal di Penang sejak tahun 1997. Banyak sekali macamnya, dan kita bisa coba testernya. Ada Red bean Tambun biskuit, durian kuih, Bang Heang pandan biskuit,Beh Teh saw dengan berbagai pilihan rasa. Dan banyak banget pilihan oleh olehnya, dijamin kalap.

Lokasi:
BANG HEANG

Alamat: 162A Jalan Burma , George Town, Pulau Penang 10050, Malaysia


          

          

Dari sini kita lanjut ke Wonderfood Museum. Wajib buat pencinta kuliner untuk mampir kesini. Museum ini merupakan museum makanan pertama di dunia dan memperoleh Inpenang Top Museum Award 2017.


 


Sorganya kuliner tapi sayangnya hanya bisa dilihat, di foto atau di pegang tapi gak bisa dimakan. Menarik sekali, apalagi kalau suka foto foto wah gak ada habis habisnya jepret sana sini. Semuanya menarik sekali. Ada makanan yang bentuknya raksasa loh!! sangat mirip dengan aslinya. Dan tempatnya full jadi kita tidak bisa foto foto yang bagus karena banyak bocornya dengan lalu lalang orang orang yang juga sibuk foto-foto. Oh ya Tiket masuknya, RM25 per orang, ini harga wisatawan. Dan disini kita foto foto hanya menggunakan handphone karena baterai kameranya habis, guys. Zzzzz... ya uwislah, yang penting masih bisa foto-foto.


      


Lokasi:

WONDERFOOD MUSEUM

Alamat:
49. Lebuh Pantai (Beach Street), George Town, 10200 Pulau Pinang, Malaysia.

Telp +604-251 9095
Buka jam 09:00-18:00






  


Selanjutnya kita jalan jalan sebentar didaerah sini, mampir ke Town Hall dan City Hall yang letaknya berdekatan. Keduanya terletak di Jalan Padang Kota lama (Esplanade Road) di depan lapangan Alun-alun George town. Ada juga tugu peringatan yang dibangun oleh Inggris untuk mengenang korban-korban Perang Dunia I. Lokasinya tepat berada di pinggir laut dekat pelabuhan Penang. Sepanjang garis laut dibatasi dengan beton, dan berjejer pohon-pohon besar sebagai peneduh juga bangku-bangku untuk bersantai sambil menikmati semilir angin di pinggir laut dengan burung gagak. 


  

  

  

  

  



Arsitektur Penang adalah seni dan gaya konstruksi bangunan atau struktur yang mencerminkan 171 tahun kekuasaan Britania di Penang, berpadu dengan unsur lokal, Tionghoa, India, Islam, dan lainnya menjadi suatu arsitektur yang unik dan berbeda. Bersama dengan Melaka, Penang adalah permata arsitektur Malaysia dan Asia Tenggara. Menyempatkan foto foto disini. Buat kenang kenangan.


    

    

    

    


Setelah itu kita lanjut mencari makan, hahahahaha makan lagi makan lagi 😂 kepengen Nasi Kandar dan kita mampir ke Restaurant Kassim Mustafa Nasi Dalcha. Dan lumayan antri loh!  Doi buka 24 jam, dan Kassim Mustafa, kafe yang dikelola keluarga Ini menyajikan roti India, nasi kandar, naan, dan Tandoori Chicken. Pulau Penang identik dengan nasi kandar yang merupakan hidangan lokal terkenal yang banyak orang makan langsung dengan tangan  mereka, tanpa sendok garpu.




 


Kita antri, dan pilih nasi putih atau  ada nasi briyani, lalu diisi dengan satu atau beberapa pilihan daging ada ayam, daging sapi, daging kambing dan lain-lain dan beberapa sayuran.Inilah bagian terbaiknya yang harus dicoba, adalah campuran kari yang langsung disiram ke seluruh nasi. Minta 3 macam kari supayan makin sedap. Dan ciri khas makan nasi kandar, katanya nasinya harus banjir disiram kuah kari. Karinya sedap tapi untuk ayam merahnya jauh lebih enak yang nasi kandar Pelita di Kuala lumpur. Total makan 6 orang plus minum RM59,7.

Lokasi:
Restoran Nasi Dalcha Kassim Mustafa

Alamat: 26 Lebuh Chulia, George Town, 10200 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Telp 04 263 4592
Buka 24 jam

Kenyang, puas dan Bye bye Pulau Penang, semoga kita bisa bersua lagi. Sempat ngobrol dengan Koko Biru, kayaknya enak ya kalau masa tua dihabiskan dengan suasana seperti di pulau Penang. Dan Cici Merah, mengiyahkan. Masa depan mana ada yang tahu. Biarkan jadi misteri.

Saatnya kembali ke Kuala Lumpur. tidur di mobil, dan perjalanan lancar jaya tanpa ada kemacetan seperti ketika berangkat. Tidak banyak berhenti, karena sudah kenyang. Rencana, makan malam di Kuala Lumpur aja. Dan akhirnya, betul aja saat pulang berasa lebih cepat sampai dan sekitar 5 jam kita sampai dan kembali ke Vortex. Iyah, kita nginep lagi disini tapi beda lantai. Dan kita dapat yang penthouse dilantai tertinggi dengan harga discount. Malam ini mau menikmati fasilitasnya.


  

 


Sebelumnya kita berdua dan driver mencari makan ke Restaurant Kader. Kita makan disana dan juga bungkus. Tempat ini atas rekomendasi driver. Sebetulnya kita ingin makan di daun pisang ditempat yang agak jauh tapi sudah lelah jadi cari yang dekat dan enak.

Restoran daun pisang ini telah menjadi salah satu yang dikenal selama 30 tahun terakhir dan salah satu yang menyajikan daun pisang terbaik. Nasi daun pisang, ayam cabe, daging domba vegetarian, potongan daging vegetarian, udang varuval, dll.


  


Alas daun diletakkan masing masing, lalu diisi nasi atau Roti canai yang besar bisa pilih yang polos atau pakai telur. Sayurnya ada benerapa, kita pilih yang ayam dan kambing berikut kuah kariny ada berbagai macam. Nanti mas bolak balik membawa makanan dam diletakan diatas daun. Rasanya enak dengan harum rempah dan empuk juga gurihnya kuah kari yang berbeda warna dan rasanya ada pedas hangat hangat. Sedap deh. Total ber-enam RM62.7.


           


Lokasi:
Restaurant Kader

Alamatnya: 24 & 26 Leboh Ampang 
50100 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan, Malaysia 

Telp 03-2072-8244



    

    

    

       

    






Perut kenyang, hati senang dan saatnya beristirahat dan menikmati  penthouse di Vortex. Yipiiii.



Good night

Love,

Koko Biru & Cici Merah

______________________________

Follow :

Instagram @lets.go.eat
Facebook let eats
Twitter @let_eats

Email :
Admin@letsgoeat.info

Blog :
Letsgoeat.info
www.letsgoeatall.blogspot.co.id

 





































Wednesday, October 24, 2018

Cerita Penang di Juni 2018 (Bagian 5)



  



Good morning Penang


Hari ke 2 di Penang, udara lumayan panas karena dekat laut. Pagi ini rencananya, lihat pantai lalu mulai perjalanan ke Bukit Bendera. Pantai yang akan kita datangi, Pantai Batu Ferringhi ini udah kita keceng dari kemarin karena terlihat jelas dari jendela kamar. Jadi kita hanya menyebrang jalan, lalu menuju jalan yang kecil. Kita menyusuri jalanan kecil dan tidak ada pintu masuknya juga tidak ada loket karcisnya. Masuknya free. 



  

  


   

   

   



Suasana di Tepi Pantai Batu Ferringhi Penang sangat tenang (cocok buat yang honeymoon) dengan garis pantai berpasir putih dengan pemandangan bukit bukit disekitarnya. Dan pagi ini, pantai berasa milik sendiri karena sangat sepi tidak ada pengunjung yang berenang atau berjemur. Jadi kita hanya foto foto sebentar sambil menikmati angin laut yang segar.

Perjalanan kita lanjutkan menuju sarapan Dim sum!! Yes!! Kemana lagi kalau bukan ke De Tai Tong. Naik grab dengan harga RM22 tujuan De Tai Tong, kalau dirupiahkan sekitar Rp 78.000. Mahal juga tapi mengingat perjalanan yang jauh karena harus ke kota. Okay deh. Tapi kita kan berlima, jadi murah 😂kalkulator tetap jalan. Maklum emak emak, semua harus dihitung.

Sebelum sampai ke tempat tujuan, melewati banyak tempat makan juga dim sum yang ramai pengunjung. Driver sempat menawarkan ke tempat lain yang tak kalah ramai tapi kita sepakat ke tujuan semula, ke Tai tong. karena sejak masih di Bandung, tempat dim sum satu ini memang bikin Penasaran tingkat dewa.


  

  

Pagi ini, tempatnya sudah ramai, jadi menunggu sebentar, menunggu tempat kosong. Restoran relatif kecil tapi berlantai dua, tapi pagi ini full. Semuanya terlihat wajah wajah kelaparan 😂 De Tai Tong menawarkan sensasi makan dim sum ala Hong Kong, dimana pelayan dengan kereta dorongnya yang berisi berbagai dimsum berlalu lalang di antara meja pengunjung dan siap berhenti menawarkan dimsum yang masih mengepul. Kita tinggal tunjuk aja nanti mereka catat di kertas pesanan. Kaki ayam yang berbumbu, BBQ Pork Bun, roti custard, siomay, hakau, dan banyak banged pilihannya. Bikin Kalap judulnya .


 

 

 


Dim sum tersedia mulai jam 6 pagi sampai jam 12 malam, dan menu ala carte dari jam 12 malam sampai jam 3 sore. Makan malam dimulai dari jam 6.30 sore hingga 11 malam. Kalau kalian ke Penang, wajib mencoba tempat ini.


             



Lokasi:

Tai Tong Restaurant 大東酒楼
Alamat: 45, Lebuh Cintra, George Town, 10100 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Senin Tutup
Buka jam 06:00-23:00



 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 


Setelah kenyang, lanjut lagi perjalanan tujuan ke Mural Street Art Penang yang berada di George Town. Salah satu yang tidak boleh dilewatkan. Berjalan kaki di kota ini sangat menyenangkan, karena tidak ramai dan juga banyak yang bisa dilihat. Bangunan bangunan vintage bertebaran di mana mana. Buat
kamu pecinta traveling dan seni tentu tak boleh melewatkan tempat satu ini saat piknik ke Pulau Penang, yang mendapatkan penghargaan UNESCO WORLD HERITAGE.


    

  

 


Lokasi Penang Street Art ini ternyata bukan hanya di satu titik saja melainkan ada beberapa titik dimana lukisan jalanan tersebut berada. Jadi kita harus mencari satu persatu, kalau gak salah ada sekitar 22 street art.  Jadi lukisan itu kadang nemplok di manapun, jadi kita harus jeli melihatnya, karena bisa ditembok rumah penduduk atau di tembok restaurant atau dimanapun dia ada.
Dan yang tambah menarik dan uniknya lukisan yang menempel di tembok-tembok bangunan kuno yang sudah usang dan sedikit rusak. Namun tembok bangunan kuno yang sudah rusak berubah menjadi galeri seni yang sangat mengagumkan dan terlihat hidup. Apalagi ada beberapa lukisan digabungkan dengan barang asli. Misal bangku,motor,sepeda,ayunan, dll.


   

   

   


Beruntung mendapatkan map penang street art ini ketika kita membeli kipas manual. Soalnya udaranya sangat panas, lumayan ada angin segar sekalian olah raga jari jari tangan. Kipas seharga RM5 dengan bentuk doraemon,hello kitty, dll. Berjalan menyusuri jalanan yang sepi dan di beberapa titik ketika ketemu salah satu street art. Antri untuk foto. Setelah beres dari satu tempat, ke tempat berikutnya. Sampai lelah dan akhirnya cari Durian cendul. Cendul mirip dengan cendol, bentuk dan rasanya juga sama. Tempatnya kecil, dan memanjang. Bersatu dengan sebuah butik. Lumayan bisa cuci mata dan harga bajunya murah murah loh.

 

 



Di Durian Haven, banyak makanan yang mengandung durian. Kita pesan Durian cendul seharga RM5 adalah es serut dengan es krim durian, topping gula aren, juga kacang merah dan cendul hijau. Rasanya segar.

Lokasi:
Durian Haven
George Town, 16, Lebuh Armenian, George Town, 10300 George Town, Pulau Pinang, Malaysia


          


Coba juga minuman buah Nutmeg. Buahnya terpampang nyata, sekeranjang besar. Harga segelasnya RM1,5 cuma goceng, murmer ya. Rasa buah pala dan seger banget. Seger seger anget gitu, baru kali ini cobain minuman nutmeg. Cocok banget di siang hari yang panas gini.


 



Ada Masjid Kapitan Keling ini menjadi bukti sejarah  Islam di masa lalu. Masjid ini menjadi masjid tertua di Penang. Terletak di area George Town dan hanya beberapa blok dari Street Art. 

Setelah lelah dan belum semua kita temukan street artnya, saat nya mencari makan siang. Keliling keliling sebelum sampai ke Kak Seng, sempet ada kejadian yang tidk diinginkan.
Ternyata di tortoar, di beberapa sudut banyak berkumpul orang yang sedang bermabokan. Siang siang dan semuanya orang asing. Kelihatannya orang Bangladesh.

Jadi saat kita menyebrang jalan, tiba tiba ada orang yang menjulurkan kakinya tanpa kita sadari, dan mama terjatuh, terduduk. Kaget setengah mati, dikira mau di copet seperti kalau kejadian di sekitaran alun alun Bandung. Ternyata orangnya mabok. Ampun, deh. Puji Tuhan, mama gak kenapa napa, gak ada yang luka. Dompet semua aman. Gak sangka juga ya padahal kita lihat Penang aman, ada aja kejadian yang tidak terduga.


 



Sampai juga ke tempat makan yang satu ini, Kek Seng Coffee Shop yang adalah kedai kopi di sepanjang Jalan Penang. Ini adalah salah satu kedai kopi paling terkenal di Penang selama tahun 1970-an. Menurut papan nama Kek Seng Coffee Shop, kedai kopi ini berasal dari tahun 1906. Wow!!! dan makanannya ada Jawa Mee, Chicken Rice, Lor Bak, Kuey toaw ,Laksa, dan es kacang durian yang terkenal. Sayangnya kita baru tau belakangan, jadi gak sempet coba.

Siang ini kita pesan Roasted chicken harga RM10 lalu tentu saja Kuey Toaw, minuman Barley, Ais milo dan mineral. Makanannya enak enak.

Lokasi:
Kek Seng 格 成 (红豆 雪)

Alamat:
382 & 384, Jalan Penang, 10000 George Town, Pulau Pinang, Malaysia


Lanjut perjalanan ke KOMTAR Penang Mall dengan dek pemandangan atap di Georgetown. Komtar Penang adalah menara bertingkat 65-lantai di pusat Georgetown yang merupakan salah satu bangunan terkenal di Penang.

Lantai bawahnya adalah ruang ritel yang ditempati oleh butik lokal dan banyak toko yang menjual ponsel, kamera dan perbaikan laptop, sementara di lantai atas adalah kantor. Barang barang disini murah murah, sempet cuci mata dan Belanja beberapa keperluan. Dan Mall ini terhubung ke Prangin Mall yang berdekatan.

Lantai dasar bawah Mal Komtar Penang adalah terminal bus dengan operator bus Rapid Penang yang melayani seluruh wilayah Georgetown. 


Lokasi:
KOMTAR 

South Georgetown (Sebelah Traders Hotel)

Penang

Buka jam 10:30 - 22:30



Sekarang kita lanjut ke Bukit Bendera, sebetulnya tinggal naik bus di Komtar, dan naik bus 204 menuju Bukit Bendera. Perjalanan kurang lebih 1 jam. Tapi karena bus nya penuh, akhirnya alternatif kita naik Grab aja dengan bayar RM17. Dan perjalanan tanpa hambatan, lancar dan lebih cepat dari Bus. Sekitar 25 menit sampai di Bukit Bendera. Antrian tiketnya sendiri lancar jaya, dan kita kena biaya RM30 karena wisatawan. Harga untuk penduduk lokal jauh lebih murah. Mahal sih, harganya untuk pergi dan pulang. Nah antrian masuknya yang antri bagaikan ular melilit.

Bukit Bendera, merupakan puncak tertinggi di Pulau Pinang. Menaiki kereta listrik selama 5 menit hingga sampai di puncak. Yang bikin antri karena keretanya hanya muat untuk sekitar 100 orang. Jadi mengingat kenangan ketika menaiki kereta seperti ini menuju The Peak, puncak tertinggi Hong Kong.

Penang Hill adalah sebuah bukit resor yang berada di Air Itam, Penang, Malaysia, tepatnya 6 kilometer dari pusat Kota Georgetown. Berada di ketinggian 830 meter di atas Georgetown , bukit ini juga dikenal dengan nama Bukit Bendera Melayu. untuk memudahkan tiba ke Penang Hill, maka dibangunlah kereta api semasa kolonial Inggris sekitar tahun 1906 hingga 1923. Sejak 21 Oktober 1923 hingga saat ini, Penang Hill Railway dibuka untuk umum. Kereta buatan Swiss ini mampu mengangkut hingga 100 penumpang sekali berangkat, mulai pukul 06.30 hingga 21.00 waktu Malaysia.


 

 

 

 

 



Tiba di puncak Penang Hill, kaget melihat antrian yang lebih panjang ketika kita masuk. Panjangggggg dan mereka menanti kereta untuk pulang. Wah wah!! Jadi kuatir juga, nanti semakin lama semakin panjang.

        

     

 


Sampai di puncak, jam menunjukkan jam 5 sore. Melihat keindahan view kota Penang dan bagus jadi background foto kita. Kita jalan jalan disana, coba berbagai makanan ringan dan tidak ada lagi kegiatan walau sebetulnya ada Owl Museum, Taman Burung, bungalow dan melihat Bellevue Hotel. Jadi tak lama disini, kita antri lagi untuk pulang dan betul aja antriannya panjanggggggggnya keterlaluan. Entah ada berapa barisan, sampai ada orang beli tiket pulang yang VIP jadi bisa lebih cepat dan harganya berkali lipat. Kita gantian antri, orang tua lebih baik duduk karena ini antrian 1 jam berlalu, 2 jam berlalu, entah berapa lama lagi. Yang pasti kaki pegal dan  jam semakin malam. Penantian yang tidak ada akhirnya ini akhirnya selesai. Sampai bisa kenalan ngobrol dengan orang di depan dan belakang yang ternyata orang Indonesia yang kerja di Malaysia. 

Ahhhh lega, akhirnya bisa keluar juga dari sini. Dan sekarang menuju jalan pulang, jam sudah menunjukkan jam 10 malam. Akhirnya naik grab lagi, tunggu dan tunggu dan Harga RM37 sampai ke hotel di jam 23:30. Perjalanannya jauh loh!!! perut antara lapar dan gak lapar. Kalau diingat ingat, belum malam malam akhirnya Koko Biru cari makanan ketempat yang masih buka didekat hotel. Tadi sore di Penang hill, kita sempat jajanan Corn cup Harganya RM5, rasanya enak segar dan harum rempah. Pulang pulang bawa sekantong McD dengan belanja RM35,5 buat berlima meski gak ada nasi loh!! Di Penang juga sama dengan di Kuala Lumpur, McD nya ada ayam dan kentang tanpa nasi loh!! Kaykny hanya di Indonesia aja yang ada nasi. Namanya orang Indonesia, gak makan kalau gak makan nasi. Eh jadi ngelantur. Semua makanannya ludes seketika, maklum kelaparan dan lelah antri. Saatnya kita bobo.


Good night



Love,

Koko Biru & Cici Merah

______________________________

Follow :

Instagram @lets.go.eat
Facebook let eats
Twitter @let_eats

Email :
Admin@letsgoeat.info

Blog :
Letsgoeat.info
www.letsgoeatall.blogspot.co.id